This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Jumat, 29 Maret 2013

Beginilah Seharusnya Kita Memanfaatkan Waktu


“Sungguh saya telah berjumpa dengan beberapa kaum, mereka lebih bersungguh-sungguh dalam menjaga waktu mereka daripada kesungguhan kalian untuk mendapatkan dinar dan dirham” (Al-Hasan Basri)
Saudaraku, Waktu adalah salah satu diantara nikmat Allah yang paling berharga dan agung bagi manusia. Cukup bagi kita kesaksian Al-Qur’an tentang betapa agungnya tentang nikmat yang satu ini. Banyak ayat-ayat Al-Qur’an yang menunjukkan tentang urgensi waktu, ketinggian tingkatannya, dan juga pengaruhnya yang besar. Bahkan Allah telah bersumpah dengan waktu dalam kitab-Nya yang mulia dan ayat-ayat-Nya yang luhur dalam konteks yang berbeda-beda. Allah yang urusan-Nya yang begitu agung telah bersumpah dengan waktu malam, siang, fajar, subuh, saat terbenamnya matahari, waktu dhuha, dan dengan masa.
Hanya orang-orang hebat dan mendapatkan taufik dari Allah, yang mampu mengetahui urgensi waktu lalu memanfaatkanya seoptimal mungkin. Dalam hadits, “Dua nikmat yang banyak manusia tertipu dalam keduanya, yaitu nikmat sehat dan waktu luang (HR. Bukhari). Banyak manusia tertipu didalam keduanya, itu artinya, orang yang mampu memanfaatkan hanya sedikit. Kebanyakan manusia justru lalai dan tertipu dalam memanfaatkannya.
Saudaraku, Allah memberikan kita setiap hari “modal” waktu kepada semua manusia di muka bumi ini adalah sama, yaitu 24 jam sehari, 168 jam seminggu, 672 jam sebulan, dan seterusnya. Namun kenapa prestasi bisa berbeda? Dalam waktu yang sama, Mereka mampu berbuat dan berkarya seperti berikut:
  1. Rasulullah SAW : Dalam waktu 23 tahun bisa membangun peradaban Islam yang tetap ada sampai sekarang. Ikut 80 peperangan dalam tempo waktu kurang dari 10 tahun, santun terhadap fakir miskin, menyayangi istri dan kerabat, dan yang luar biasa adalah beliau seorang pemimpin umat yang bisa membagi waktu untuk umat dan keluarga secara seimbang!
  2. Zaid bin Tsabit RA : Sanggup menguasai bahasa Parsi hanya dalam tempo waktu 2 bulan! Beliau dipercaya sebagai sekretaris Rasul dan penghimpun ayat Quran dalam sebuah mush’af
  3. Abu Hurairah : Masuk Islam usia 60 tahun. Namun ketika meninggal di tahun 57 H, beliau meriwayatkan 5374 Hadits! (Subhanallah!)
  4. Anas bin Malik : Pelayan Rasulullah SAW sejak usia 10 tahun, dan bersama rasul 20 tahun. Meriwayatkan 2286 Hadits.
  5. Abul Hasan bin Abi Jaradah (548 H) : Sepanjang hidupnya menulis kitab-kitab penting sebanyak tiga lemari.
  6. Abu Bakar Al-Anbari : Setiap pekan membaca sebanyak sepuluh ribu lembar.
  7. Syekh Ali At-Thantawi : Membaca 100-200 halaman setiap hari. Kalkulasinya, berarti dengan umurnya yang 70 tahun, beliau sudah membaca 5.040.000 halaman buku. Artikel yang telah dimuat di media massa sebanyak tiga belas ribu halaman. Dan yang hilang lebih dari itu.
  8. Ibnu Jarir Ath-Thabari, beliau menulis tafsir Al-Qur’an sebanyak 3.000 lembar, menulis kitab Sejarah 3.000 lembar.Setiap harinya beliau menulis sebanyak 40 lembar selama 40 tahun.Total karya Ibnu Jarir 358.000 lembar.
  9. Ibnu Aqil menulis kitab yang paling spektakuler yaitu Kitab Al-Funun, kitab yang memuat beragam ilmu, adz-Dzahabi mengomentari tentang kitab ini, bahwa di dunia ini tidak ada karya tulis yang diciptakan setara dengannya. Menurut Ibnu Rajab, sebagian orang mengatakan bahwa jilidnya mencapai 800 jilid.
  10. Al-Baqqilini tidak tidur hingga beliau menulis 35 lembar tulisan.
  11. Ibnu Al Jauzi senantiasa menulis dalam seharinya setara 4 buah buku tulis. Dengan waktu yang dimilikinya, beliau mampu menghasilkan 2.000 jilid buku. Bekas rautan penanya Ibnul Jauzi dapat digunakan untuk memanasi air yang dipakai untuk memandikan mayat beliau, bahkan masih ada sisanya.
  12. Iman An-Nawawi setiap harinya berlajar 12 mata pelajaran, dan memberikan komentar dan catatan tentang pelajarannya tersebut. Umur beliau singkat, wafat pada umur 45 tahun, namun karya beliu sangat banyak dan masih dijadikan sumber rujukan oleh umat muslim saat sekarang ini.
Masih banyak lagi contoh-contoh luar biasa lainnya. Kenapa tidak banyak orang yang bisa menyamai mereka? Padahal waktu yang diberikan Allah kepada mereka sama dengan waktu yang diberikan Allah pada hambaNya yang lain? Jawabannya adalah kecerdasan manajemen waktu.
Saudaraku, bercermin kepada genarasi salafus shalih umat ini, dimana mereka telah menorehkan contoh-contoh yang mengagumkan dalam memanfaatkan waktu, detik-detik umur dan setiap hembusan nafas untuk amal kebajikan. Dengan mengetahui jalan hidup orang-orang saleh dan kesungguhan mereka mereka dalam memanfaatkan detik-detik umur mereka dalam ketaatan, memiliki pengaruh besar dihati seorang muslim, yaitu pengaruh dalam menumbuhkan dan membangun gairah untuk memanfaatkan waktu dan memaksimalkan deti-detik usia dalam perkara-perkara yang mendekatkannya kepada Allah. Mari kita telusuri kisah indah dan uniknya mereka dalam memaksiamalkan waktu:
Para genarasi salafus shaleh umat ini sangat bersemangat untuk menjaga waktu hingga dalam keaadaan sakit dan sakratul maut
Al Biruni, (362H—440H), seorang ahli ilmu falak dan ilmu eksakta, ahli sejarah, dan menguasai lima bahasa yaitu bahasa Arab, Suryani, Sanskerta, Persia dan India. Saat detik-detik terakhir hidup beliau, tetap mempelajari masalah faraidh (waris). Lalu seorang berkata kepada beliau, layakkah engkau bertanya dalam kondisi seperti ini? Beliau menjawab, kalau aku meninggalkan dunia ini dalam kondisi mengetahui ilmu dalam persoaalan ini, bukankah itu lebih baik dari pada aku hanya sekedar dapat membayangkannya saja, tidak tahu ilmu tentangnya. Tidak lama setelah itu beliau wafat.
Ibrahim bin Jarrah berkata, “Imam Abu Yusuf Al Qadli rahimahullah sakit. Saya Menjeguknya. Dia dalam keadaan yang tidak sadarkan diri. Ketika tersadar, dia berkata kepadaku, ‘hai Ibrahim, bagaimana pendapatmu dalam masalah ini?’ Saya menjawab, ‘Dalam kondisi ini seperti ini?’ Dia menjawab, ‘Tidak apa-apa, kita terus belajar. Mudah-mudahan ada orang yang terselamatkan karenanya.’ Lalu aku pulang. Ketika aku baru sampai di pintu rumah, aku mendengar tangisan. Ternyata ia telah wafat.”
Syaikh Ibnu Taimiyah selalu menelaah dan memetapi pelajarannya saat beliau sakit atau berpergian. Ibnu Qayyim berkata, Syaikh kami Ibnu Taimiyah pernah menuturkan kepadaku, “Ketika suatu saat aku terserang sakit, maka dokter mengatakan kepadaku,‘Sesungguhnya kesibukan anda menelaah dan memperbincangkan ilmu justru akan menambah parah penyakitmu’. Maka saya katakan kepadanya, ‘Saya tidak mampu bersabar dalam hal itu. Saya ingin menyangkal teori yang engkau miliki. Bukankah jiwa merasa senang dan gembira, maka tabiatnya semakin kuat dan bias mencegah datanya sakit?’ Dokter itu pun menjawab, ‘Benar.’ Lantas saya katakan, ‘Sungguh jiwaku merasa bahagia dengan ilmu, dan tabiatku semakin kuat dengannya. Maka, saya pun mendapatkan ketenangan.’ Lalu dokter itu menmpali, ‘Hal ini diluar model pengobatan kami.’
Mempersingkat waktu makan, serta mengurangi makan agar tidak selalu sering ke WC
Kesungguhan genarasi salafus shalih umat ini dalam memanfaatkan waktu sampai pada tingkat bahwa mereka merasa sayang dengan waktu yang dipakai untuk makan, maka mereka mempersingkat sebisa mungkin.
Dawud At-Tha’i rahimahullah memakan alfatit (roti yang dibasahi dengan air). Dia tidak memakan roti kering (tanpa dibasahi). Pembantunya bertanya, “Apakah anda tidak berhasrat makan roti?” Dawud menjawab, “Saya mendapatkan waktu yang cukup untuk membaca 50 ayat antara memakan roti kering dan basah.” (Sifatus Shafwah, 3/92)
Ibnu Rajab Al-Hambali rahimahullah menceritakan kepada kita, Ibnu Aqil berkata, “Aku menyingkat semaksimal waktu-waktu makan, sehingga aku lebih memilih memakan kue kering yang dicelup ke dalam air (dimakan sambil dibasahi) dari pada memakan roti kering, karena selisih waktu mengunyahnya (waktu dalam mencelup kue dengan air lebih pendek daripada waktu memakan roti keringi) bisa aku gunakan untuk membaca dan menulis suatu faedah yang sebelumnya tidak aku ketahui.” (Dia melakukan hal itu supaya bisa memanfaatkan waktu lebih). (Dzailut Thabaqatil Hanabilah, Ibnu Rajab,1/177)
Asy-Syamsul Ashbahani, (674H—749 H), seorang tokoh mahzab Syafii, pakar fiqih dan tafsir. Apa yang diceritakan tentang beliau menunjukkan antusiasnya terhadap ilmu dan ‘pelitnya’ beliau untuk menyia-nyiakan waktu. Sebagian sahabatnya pernah menuturkan bahwa beliau sangat mengindari makan yang banyak, yang tentunya akan butuh banyak minum, dan selanjutnya butuh waktu masuk WC. Sehingga waktu pun banyak terbuang. Lihatlah! bagaimana mahalnya waktu dalam pandangan imam yang mulia ini. Dan tidaklah waktu itu mahal bagi beliau melainkan karena betapa sangat mahalnya ilmu tersebut.
Memanfaatkan waktu perjalanan dengan membaca buku, berzikir, menuntut ilmu, bahkan menyampaikan hadist
Said bin Jabir berkata, “Saya pernah bersama Ibnu Abbas berjalan disalah satu jalan di Mekah malam hari. Dia mengajari saya beberapa hadis dan saya menulisnya diatas kendaraan dan paginya saya menulisnya kembali diatas kertas.” (Sunan Ad-Darimi, Imam Ad-Darimi, 1/105)
Tentang Al-Fath bin Khaqan, beliau membawa kitab dalam kantong bajunya. Apabila beliau bangun dari tempat duduknya untuk shalat atau buang air kecil atau untuk keperluan lainnya, beliau membaca kitabnya hingga sampai ke tempat ingin dia tuju. Beliau juga melakukan hal tersebut ketika kembali dari keperluanya. (Taqyiidul ‘Ilm, Al Khatib Al-Baghdadi)
Imam An-Nawawi tidak pernah menyia-nyiakan waktunya, baik di waktu siang atau pun malam, kecuali menyibukkan dirinya dengan ilmu. Hingga ketika beliau berjalan di jalanan, beliau mengulang-ngulang ilmu yang telah dihafalnya, atau membaca buku yang telah ditelaahnya sambil berjalan. Beliau melakukan itu selama enam tahun. (Tadzkiratul Huffaz, Adz-Dzahabi, 4/1472)
Ibnu Khayyath An-Nahwi, wafat tahun 320 H. Konon, beliau belajar di sepanjang waktu, hingga saat beliau sedang berada di jalanan. Sehingga terkadang, beliau terjatuh ke seleokan, atau tertabrak binatang. (Al-Hatstsu ‘ala Thalabil ‘Ilm wal ijtihad fi jam’ihi, Abu Hilal Askari, hal. 77)
Memanfaatkan waktu-waktu makan, saat istirahat, bahkan saat di Kamar kecil (WC) sekalipun untuk membaca atau mendengar ilmu
Ahmad bi Ali berkata kepada Abdur Rahman bin Abu Hatim Ar-Razi rahimahullah, “Apa penyebabnya Anda banyak mendengar hadis dari bapakmu? Dan Anda banyak bertanya kepadanya?” Dia menjawab, mungkin karena ketika dia makan, saya belajar hadis kepadanya. Ketika berjalan, saya belajar kepadanya. Ketika dia buang hajat, saya belajar kepadanya dan ketika dia masuk rumah untuk mencari sesuatu, saya belajar kepadanya.” (Siyar A’lamin Nubala, Imam Adz-Dzahabi,13/50)
Simaklah cerita Ibnu Aqil Hambli rahimahullah tentang bagaimana ia menjaga waktunya, “Tidak halal bagiku untuk menyia-nyiakan sesaat saja dari umurku, sehingga apabila lisanku telah lelah membaca dan berdiskusi, mataku telah lelah membaca, maka aku menggunakan pikiran aku dalam keadaan beristirahat (berbaring di tempat tidur). Aku tidak akan berdiri, kecuali telah terlintas di benakku apa yang akan aku tulis. Dan aku mendapi kesungguhanku belajar ikmu dalam usia 80 tahun lebih kuat daripada apa yang kudapai ketika aku berumur 20 tahun.” (Al-Muntadzim fi Tarikhil Umam, Ibnu Jauzi, juz 9)
Ibnu Qayyim rahimahullah berkata, “Telah memberitahukan kepadaku saudara Syaikh kami, Abdur Rahman bin Abdul halim Bin Taimiyah dari ayahnya berkata, “Adalah kakek (yaitu Majdudin Bin Taimiyah) apabila ia masuk WC, dia berkata kepadaku, “Bacalah buku ini untukku, keraskanlah suaramu sehingga aku mendengarkannya.” Maka Ibnu Rajab mengomentari, “Hal ini menunjukkan akan kuatnya antusias beliau terhadap ilmu, sekaligus semangatnya untuk menggapainya, dan juga penjagaan beliau terhadap waktunya.” (Dzailuth Thabaqatil Hanabilah, Ibnu Rajab, 2/24)
Ibnu Nafis seorang ulama dan dokter terkemuka yang unggul, ia senantiasa menjaga setiap waktunya dan kesempatannya guna menorehkan ide dan pemikirannya, justru disaat-saat yang paling unik dan asing bagi yang lainnya. Beliau adalah pemuka dan orang yang terkemuka dalam ilmu kedokteran, dan memiliki banyak karya dalam bidang kedokteran. Diceritakan bahwa beliau mencatat sejumlah persoalan kedokteran disela-sela mandinya yaitu mengenai denyut nadi. Beliau lahir di Damaskus tahun 610H, dan wafat di Kairo pada tahun 687H. (Raudharul Jannat, Al-Khawanisari)
Melakukan dua aktivitas yang berbarengan sekaligus, untuk mengoptimalkan waktu-waktu yang tersedia
Sungguh Ulama salaf sangat berhati-hati sekali menjaga waktunya, mereka tidak akan membiarkan waktunya terbuang percuma dan berlalau sia-sia. Mereka cerdas dalam melakukan optimalisasi waktu. Meraka mampu merangkum dua kegiatan sekaligus dalam waktu yang berbarengan. Seperti yang telah disebutkan di atas, mereka berlajar sambil jalan, mendengarkan ilmu ketika di WC, memecahkan persoalan yang rumit disela-sela mandinya, membaca buku saat makan, berlajar disela-sela kesibukan dagang, memikirkan ide dan gagasan ilmu disaat berbaring di atas kasur, dan masih banyak lagi contoh-contoh yang mengagumkan tentang potret ulama salah dalam optimaliasisi waktu. Bahkan tetap memanfaatkan waktu, ketika memenuhi kewajiban mengadiri undangan, menerima tamu.
Ibnu Jauzi tetap bekerja tanpa meninggalkan berbicara saat dikunjungi tamu. Beliau menuturkan sendiri tentang bagaimana beliau memanfaatkan waktunya, “Saat saya menyadari bahwa waktu adalah sesuatu yang paling berharga, maka sudah menjadi kewajiban memanfatkan waktu tersebut untuk berbuat kebajikan. Maka saya tidak menyukai kebiasaan tersebut (maksudnya kebiasaan bertamu yang tidak membawa manfaat yang banyak terjadi didalamnya obrolan tak tentu arah, duduk berlama-lama), dan tidak suka berlama-lama dengan mereka, karena dua hal. Kalau saya menyalahkan mereka, maka akan terjadi kekurangakraban karena tindakan itu berarti memutus pertalian hati. Kalau saya mengikuti mereka, maka waktu terbuang sia-sia. Akhirnya saya berusaha mengindari pertemuan sebisa mungkin. Kalau saya kalah, maka saya cukup berbicara sedikit saja agar cepat berpisah. Kemudian saya sengaja menyiapkan berbagai pekerjaan sambil terus berbicara pada saat berjumpa dengan mereka, agar waktu tak terbuang sia-sia. Untuk menyiapkan pertemuan dengan mereka, saya sengaja memotong-motong kertas, meraut pensil, mengikat buku-buku. Karena semua itu adalah aktivitas yang memang harus dilakukan, tanpa harus berpikir dan berkosentrasi. Maka, semua pekerjaan itu saya siapkan untuk saat pertemuan dengan mereka, agar waktu saya tidak terbuang secara sia-sia.” (Saidul Khatir, Ibnu Jauzi)
Imam Sulaim Ar-Razi, ia wafat pada tahun 447 H. Beliau amat militan dalam menjaga sifat waranya. Beliau selalu melakukan introspeksi dalam soal waktu. Beliau tidak pernah membiarkan waktu berlalu tanpa manfaat, dengan terus menulis, mengajar, membaca tau menyalin ilmu dalam jumlah banyak. Abu faraj menuturkan, “Al-mualli bin hasan pernah menceritakan kepadaku bahwa ia melihat Sulaim Ar-Razi sedang memegang pena yang matanya sudah habis. Ia memotong kayu diujung penanya, sambil bibirnya bergerak-gerak. Al-Mu’amil akhirnya tahu, bahwa ia membaca sesuatu sambil memperbaiki penanya, sehingga tidak ada waktu yang terbuang sia-sia”. Yakni, saat kedua tangannya bekerja, beliau menggerak-gerakkan bibirnya untuk berzikir, agar tidak ada waktu berlalu sia-sia, tanpa melakukan ibadah kepada Allah. (Thabaqat Asy-Syafi’iyah Al-Wustha, Tajuddin As-Subki)
Ada ulama yang mensayatkan kepada orang yang mengundangnya ke acara walimahan agar disediakan baginya tempat yang agak lapang, guna meletakkan bukunya, yang akan beliau baca disela-sela mengadiri pesta tersebut. Kalau tidak ada, maka beliau lebih memilih tidak mengadiri acara tersebut.
Mengurangi tidur, dan mengisi malamnya dengan menuntut ilmu dan ibadah
Sebagian besar manusia waktu malamnya dimanfaatkan untuk tidur, jika pun tidak digunakan untuk tidur, mereka menggunakannya bergadang untuk hal-hal yang sepele, yang tidak membawa manfaat uyntuk dunia dan akhiratnya. Namun tidak bagi generasi salafus shaleh umat ini mereka menyadari kemulian zaman, mereka tahu akan hakekat waktu, waktu cepat berlalu, kalau berlalu tidak akan bisa kembali lagi. Mereka menyadari bahwa umur itu singkat, waktu boleh sama tapi prestasi harus beda. Tidak ada jalan lain bagi mereka selain mengurangi tidur mereka.
Muhammad bin Hasan Asy-Syaibani tidak tidur malam kecuali sangat sedekit sekali. Beliau adalah seorang imam ahli fikih, ahli ijtihad dan ahli hadis. Beliau lahir tahun 132H, dan wafat 189H. Konon beliau sering tidak tidur malam. Beliau biasanya meletakkan beberapa jenis buku disisinya. Bila bosan membaca satu buku, beliau akan menelaah yang lain. Beliau menghilangkan rasa kantuk dengan air, sembari berujar, “Sesungguhnya tidur berasal dari panas”. (Miftahus Sa’adah wa Misbahus Siyadah, I:23)
Gurunya Imam An-Nawawi berkata tentang Al-Hafizh Al-Mundziri, “Saya belum pernah melihat dan mendengar seorang pun yang paling bersungguh-sungguh dalam menyibukkan diri dengan ilmu selain dirinya. Ia senantiasa sibuk di waktu malam dan siang hari. Saya pernah berdampingan dengannya di sebuah madrasah di Kairo. Selama 12 tahun, rumahku berada di atas rumahnya. Selama itu pula saya belum pernah bangun malam pada setiap jammya, melainkan cahaya lampu senantiasa menyala di rumahnya, sedangkan ia hanyut dalam ilmu. Bahkan ketika makan pun ia sibuk dengan ilmu.” (Bustanul Arifin, Imam Nawawi)
Imam An-Nawawi sorang imam yang terkemuka, Syaikhul Islam, dan banyak menghasilkan karya tulis. Beliau datang ke Damaskus pada tahun 649H dan menetap disana yaitu di Madrasah Ar-Rawahiyah. Beliau berkata tentang diri beliau, “Saya menetap disana selama dua tahun. Selama itu, saya nyaris tidak pernah tidur.” Beliau berhasil menghafal kitab At-Tanbih selama 4,5 bulan dan membaca seperempat kitab Al-Muhazzab dengan hafala.” (Tadzkiratul Huffaz, Adz-Dzahabi)
Inilah keadaan orang-orang shaleh dan kisah-kisah mereka, beginilah seharusnya kita memanfaatkan setiap detik waktu kita. Lalu bagaimana dengan kita? Saudaraku, mereka beruntung sementara engkau terlelap. Mereka meraih kemenangan, sementara engkau meraih tangan kosong. Maka segera kita manfaatkan detik-detik umur kita, tekadkan dalam hati bahwa hari ini kita akan memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya, memandang setiap kesempatan adalah penting. Mari persembahkan karya yang paling baik dan bermanfat, di usia kita yang pendek ini.
Diselesaikan Magrib, 1 Muharram 1431H / 17 Desember 2009
Ahmad Bin Ismail Khan
Di tulis oleh ahmad16_ftua@yahoo.com
Bacaan Referensi:
  1. Qimatuz Zaman ‘indal ‘Ulama, SyaikhAbdul Fatah.
  2. Khams Wa ‘Isyrun Wa Mi’ah Li Hifdzil Waqti, Abul Qa’qa Muhammad Bin Shalih.
  3. Beberapa artikel dari internet yang berhubungan dengan menjaga waktu.

Rabu, 27 Maret 2013

HIDUP MANDIRI

HIDUP MANDIRI


Mandiri berarti tidak mengantungkan kepada orang lain, orang bisa dikatakan mandiri jika sudah mampu menghidupi dirinya sendiri serta orang dekatnya (anak dan istrinya). Jika belum mampu menghidupi dirinya sendiri, maka orang itu disebut dengan miskin, orang miskin perlu mendapatkan perhatian, kendati demikian, orang miskin juga tidak boleh mengantungkan kepada orang lain. Sedangkan seseorang yang belum mampu mencukupi kebutuhanya, sedangkan tempat tinggalnya juga tidak ada, orang itu disebut dengan fakir. Orang ini juga termasuk kelompok yang memerlukan perhatian khusus, agar bisa melangsungkan hidupnya.

Terkait dengan hidup mandiri, islam sangat menganjurkan pemeluknya agar senantiasa hidup mandiri dalam memenuhi kebutuhan ekonomi. Orang dituntut bekerja dengan mengunakan segala kemampuannya, seperti tenaga, intelektual, serta jasanya, agar dapat memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Begitulah makna hadis yang tersirat, Nabi tidak hanya menganjurkan dengan tuturnya, akan tetapi Nabi juga memberikan teladan bahwa beliau adalah seorang yang giat berusaha dan bekerja demi memenuhi kebutuhan dirinya dan keluarganya. Bahkan beliau rela mengambil anak angkat (Haid bin Harisah), serta menikahi beberapa wanita dengan tujuan mengentaskan kemiskinan. Dalam dunia usaha, seringkali Nabi setiap pagi menengok kepasar dengan tujuan melihat kondisinya, serta komoditas yang ada, serta transaksi yang dialkukan oleh sekelompok masyarakat waktu itu. Kita mengenal beberapa ayat yang terakit dengan jual beli, timbang menimbang barang, berniaga setelah selesai menunaikan sholat. Abu Bakar mempuyai bedak (toko) rempah-rempah (bazzar), sedangkan Umar termasuk orang yang jarang dirumah di pagi hari karena mesti bekerja dipasar untuk memenui kebutuhan rumah tanganya, sedangkan Usman seorang pengusaha yang profesinal dan dermawan. Ali, walaupun Miskin, beliau seorang pekerja keras, beliau terkenal dengan gudangnya pengetahuan agama, akan tetapi materinya tidak sebanyak tiga sahabatnya. Karakteristik para sahabat, mereka sangat dermawan terhadap masyarakat miskin, fukoro’ dan kaum duafa’ lainya.

Ekonomi Dimasa Nabi™

Allah swt telah berfirman dalam sebuah ayat yang berbunyi ”Seseorang tidak mendapatkan sesuatu kecuali apa yang telah di usahakannya”. (QS An-Najm )39).

Dalam dunia ekonomi, ayat ini sebagai ilham bahwa setiap usaha seseorang pasti akan menghasilkan, semakin banyak bekerja dan usaha maka semakin banyak pula pendapatnya. Ayat ini juga mengajak manusia untuk tidak berpangku tangan, manusia mesti bekerja keras agar bisa mencukupi kebutuahan hidupnya sehari-hari.


Jasa Tenaga

Hal ini juga ditegaskan dalam Qs An-Nisa (4) ayat 32, ”Bagi seseorang laki-laki ada manfaat dari apa yang dia usahakan.”Alam memeng tak memisahkan lelaki dan perempuan, hitam dan putih atau bahkan Muslim dan kafir dalam hal rezeki. Hukum alam adalah siapa bekerja keras lebih keras dia mendapat balasan. Allah maha pemberi, Allah tidak pernah membedakan antara maghluknya didalam urusan rizki, kadang orang kafir lebih kaya, begitu pula sebaliknya.

Islam menjunjung tinggi etos kerja. Dalam beberapa literaur arab sering kita dengar dengan “siapa yang sungguh-sungguh ia akan dapat” dan cita-cita seorang lelaki yaitu bisa merobihkan gunung. Dalam sebuah ayat disebutkan agar manusia berpencar di muka bumi setelah menunaikan sholat. Sedangkan ketika mendengar suara adzan hendaknya segera pergi untuk menunaikan sholat. Nabi Muhammad SAW adalah tokoh yang amat menjunjung tinggi etos kerja dan selalu menghargai karya para pekerja dan ahli dalam bidang pekerjaan tertentu. Dan bahkan dalam sejarah islam, semua nabi bekerja untuk kehidupannya. Ini untuk menunjukkan bahwa para nabi bukan rabi atau pendeta yang dicukupi kehidupannya dari umatnya. Untuk makan sehari-hari, para Nabi bekerja.

Ingat bagaimana kisah Musa AS yang bekerja pada Nabi Syuaib. Nabi Daud sebagai pengrajin, Nabi Yusuf sebagi pengawas gudang, dan terutama Nabi Muhammad SAW yang menjadi pedagang pada sebelum kenabian dan mengerjakan banyak pekerjaan kasar lain setelah kenabian.

Para Nabi diperintahkan bekerja keras untuk memperoleh kehidupan yang baik. Dibalik pesan itu pastilah ada misi bahwa betapapun mulia seorang nabi, mereka harus tetap bekerja untuk memenuhi kehidupannya. Ini contoh terbaik bagi umat. Dan Nabi Muhammad SAW dengan bangga menyatakan bahwa ia bekerja untuk penghidupannya. Para nabi mewarisi etos kerja ayahnya. Fatimah az Zahra pernah satu hari kehabisan gandum sementara anak-anaknya butuh makan dan sakit. Dia pergi ke pemilik toko. Maka didapatnya pekerjaan menumbuk gandum untuk dibuat roti dan dimakan bersama anaknya.


Jasa Intelektual

Fenomena saat ini berbeda dengan masa lalu, intelektual juga memilki harga yang sangat tinggi dalam dunia islam. Dalam kisah Nabi Yusuf disebutkan bahwa nabi Yusuf karena keahliannya maka dia diberi tugas sebagai pengawas gudang. Kemudian pekerjaannya naik menjadi penasihat raja.

Islam mengajarkan efisiensi dan profesionalitas, serta kemampuan yang dimiliki, wajar sekali kalau saat ini kita mengenal beraneka ragam konsultan; mulai kesehatan, ekonomi, akutasi, pajak, dan banayak lai laianya. Islam menghargai nilai inteletual.

Caontoh lain, Kisah Nabi Musa sebagaimana diceritakan dalam QS Al-Qashash (28) ayat 26 “Salah Seorang dari kedua wanita (anak nabi syuaib) berkata: Wahai Bapakku, ambillah ia sebagai pekerja kita, karena sesungguhnya orang yang paling baik yang kamu ambil untuk bekerja (dengan kita) adalah orang yang kuat lagi dapat dipercaya.”

Bersifat fisik atau mengandalkan intelektualitas, kejujuran merupakan unsur penting dalam bekerja. Bekerja juga harus indah dan rapi., Para pekerja juga harus dibekali dengan pendidikan dan latihan, sebagaimana Islam amat mementingkan mencari ilmu.

Soal upah

Setelah mengajarkan etos kerja, Islam juga mengajarkan panduan soal upah bagi tenaga kerja. Dari Abu Dzar al Ghifari diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “mereka (budak budak dan pelayanmu ) adalah saudara kamu. Allah menempatkan mereka di bawah pengawasan kamu, maka barang siapa menempatkan saudaranya di bawah pengawasannya hendaklah ia memberinya makanan dari apa yang ia makan dan berilah ia pakaian sebagaimana pakiaan yang ia pakai (sendiri) serta janganlah membebani mereka dengan tugas-tugas yang terlalu berat, dan jika kamu memberinya beban berat maka bantulah mereka.

Dari hadis itu dapat disimpulkan bahwa majikan dan karyawan seharusnya saling menganggap saudara bukan tuan dan budak. Dengan menganggap saudara pastilah sang majikan akan dermawan dalam membayar upah. Dalam hal paling mendasar, seharusnya seorang bawahan dan majikan dapat memenuhi kebutuhan dasar yang sama. Kebutuhan dasar itu adalah makanan, rumah, pakaian, biaya kesehatan, dan pendidikan standar. Islam menjaga agar upah tidak di bawah standar minimal untuk melindungi hak karyawan. Islam juga melindungi hak majikan dengan hasil kerja profesional. Lalu berapa tingkat upah yang sebenarnya ? Nabi meletakkan standarisasi upah yang wajar. Ketimpangan yang terlalu tinggi pada pemberian upah bisa mengakibatkan perselosiahn sosial dan iklim kerja yang tidak nyaman. Standar gaji adalah untuk yang terendah dapat memenuhi kebutuhan dasar akan rumah, pakaian,makanan, pendidikan, dan kesehatan . Pada tahun pertama hijrah upah bagi sahabat yang berjuang dalam perang badr dan Uhud yang terendah 200 dirham dan tertinggi 2.000 dirham atau dengan rasio 1:10 perbedaan antara yang rendah dengan yang tinggi adalah hukum alam karena perbedaan keahlian, sifat kerja, tanggung jawab, pengabdian dan lainnya. Namun ada satu hal yang tak boleh dilanggar, rasio perbedaan gaji tertinggi dan terendah harus 1:10. Islam tidak membenarkan sistem upah dengan kesenjangan terlalu tinggi.

Sekarang kita bandingkan tingkat upah di tempat kita. Seorang direktur bisa memeperoleh gaji mencapai 200 juta per bulan. Sedangkan seorang office boy , satpam, atau pekerja kasar lainnya di perusahaan yang sama mungkin dibayar hanya 700 ribu – 1 juta perbulan. Artinya rasionya telah berubah menjadi 1:200 atau 1:250. Nabi Muhammad SAW juga meletakkan dasar bagi para pejabat negara saat itu. Seorang khalifah tidak memperoleh upah. Tapi mereka mendapat tunjangan sebesar 2 dirham perhari. Namun Khalifah Abubakar menyumbangkan tunjangannya untuk orang yang lebih membutuhkan. Ketentuan lain adalah seorang pejabat tidak boleh menggunakan kuda turki (binatang kendaraan terbaik saat itu). Pejabat tak boleh menggunakan pakaian yang tipis karena itu lambang kemewahan, tak boleh makan dari tepung halus, tak boleh menempatkan penjaga di muka rumah khawatir orang mis

Kamis, 21 Maret 2013

sehat dan cerdas

kalo sudah bicara tentang penampilan, kadang wanita jadi lupa akan resikonya

Sahabat saya yang baik hatinya, terutama yang berusia di bawah 30 tahun, mungkin ini ada gunanya:

1. Masa paling penting bagi pertumbuhan kesehatan, kecerdasan dan pola hidup dibangun sebelum usia 6 tahun.

2. Ibu yang ber-diet selama hamil karena takut penampilannya rusak, mengerdilkan pertumbuhan bayinya.

3. Hmm … apakah bangga menjadi ibu yang tetap cantik, tapi anaknya gersang gizi selama kehamilan?

4. Ibu yang tidak peduli komentar orang tentang gemuknya dia saat hamil, anak-anaknya sehat dan bibit unggul.

5. Hampir semua tanda-tanda kebesaran hidup seseorang tampil pada usia BELASAN tahun.

6. Berat wajar Ibu Linna adalah 48 kg, tambah 30 kg saat hamil Audrey dan Marco, dan susut kembali setelah melahirkan.

7. Saya juga sempat sangat ketakutan dengan ‘kebulatan’ Ibu Linna saat hamil, tapi dia a strong-willed woman.

8. Rahasia diet Ibu Linna hanya dua komponen: Kurangi makan + disiplin.

9. Teenager yang memiliki ketertarikan dan disiplin yang baik pada hal-hal yang berguna, menghebat pada usia dua puluhan.

10. Anak yang dibiarkan menjadi pemalas pada usia belasan, akan menjadi super lamban pada usia dua puluhan.

11. Nasib orang siapa tahu, tapi bisa diduga kebaikannya dari usia belasan.

12. Memang akan selalu ada pengecualian, tapi formula keberhasilan hidup berlaku rata untuk semua orang.

13. Saya menerima beasiswa studi SMA di Chicago pada usia 17. Seandainya saya pemalas - sebelumnya, itu tidak akan terjadi.

14. Kami keluarga bersahaja. Bapak saya berpesan: Anak orang miskin yang pemalas, sulit ditolong.

15. Usia dua puluhan adalah masa pengembangan daya tarik sebagai pemuda dan pemudi yang super.

16. Pemuda dua puluhan sulit tampil menarik jika saat belasan dia luntang-lantung menelantarkan pendidikan.

17. Rasa percaya diri pada usia dua puluhan dibangun pada usia belasan.

18. Usia dua puluhan adalah masa yang kritis, karena puncak usia itu adalah 30 tahun, sukses atau terseret-seret.

19. Untuk sementara itu dulu ya? Yang selanjutnya kita teruskan nanti, kalau ada pertanyaan lain dari Anda. Stay super!

Rabu, 20 Maret 2013

HATI – HATI PENYAKIT KULIT PADA KUCING PERSIA

HATI – HATI PENYAKIT KULIT PADA KUCING PERSIA


Bulu pada kucing Persia adalah hal yang paling menarik dari mereka. Bulu kucing Persia sangat indah dan panjang yang menjadikannya kucing yang mahal.Perawatan bulu untuk kucing Persia juga istimewa. Mereka harus sering di keramas dengan sampo khusus agar menjaga bulunya tetap indah.
Tapi,bagi pemilik kucing Persia hati-hati terhadap masalah penyakit kulit. Penyakit kulit yang saya ketahui salah satunya adalah penyakit Tungau ( sejenis kutu ). Menurut pengalaman saya, Tungau pada kucing Persia tidak tampak seperti kutu pada kucing local. Kita tidak akan tahu apakah kucing kita memiliki kutu tersebut apabila kita tidak memeriksakannya ke dokter hewan karena dokter hewan mempunyai alat khusus untuk melihat kutu tersebut.
Walaupun kucing yang memiliki penyakit ini tidak tampak seperti kucing yang sakit,seperti:kurang nafsu makan,tidak suka bermain,lemas.Tapi berikut ini adalah cirri-ciri gejalanya.
Gejala awal untuk penyakit tersebut adalah:
  1. Kucing akan lebih sering menggaruk-garuk kulitnya
  2. Bulu kucing akan rontok lebih banyak dari umumnya
  3. Pada akhirnya kucing akan mengalami kebotakan. Kulitnya akan mengelupas.

Apabila kucing anda mengalami gejala tersebut,segera periksakan ke dokter hewan segera. Dokter hewan akan memeriksanya dan akan memberikan suntikan obat 2x kepada kucing anda. Sedikit info, mungkin dokter hewan akan memberikan obat untuk meningkatkan daya tahan tubuh kucing atau gunakan sampoo yang mengandung sulfurJangan tunggu sampai kucing anda mengalami kebotakan yang parah. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Senin, 18 Maret 2013

Menggugat Hukum Dollo: Studi Genetik Mengungkap Bukti Evolusi Berbalik pada Tungau

Sabtu, 9 Maret 2013 - Pohon filogenetik memperlihatkan bahwa tungau debu rumah muncul dalam garis luas keturunan tungau parasit, Psoroptidia.

Dalam ilmu biologi evolusi, terdapat anggapan yang cukup mengakar: Setelah organisme berevolusi pada ciri-ciri spesialisasi tertentu, ia takkan kembali ke gaya hidup nenek moyangnya.
Gagasan yang dikenal sebagai hukum Dollo ini menyatakan bahwa evolusi bersifat satu arah dan tidak dapat berbalik arah. Namun “hukum” ini tidak diterima secara universal dan menjadi perdebatan hangat di kalangan ahli biologi.
Tim peneliti yang dipimpin oleh dua ahli biologi dari University of Michigan melakukan studi berskala besar untuk menyoroti hukum Dollo dengan mempelajari genetik tungau debu rumah sebagai contoh sebuah evolusi reversibel (berbalik).
Studi ini menunjukkan bahwa tungau debu rumah, mahkluk kecil berhabitat-bebas yang biasanya berkembang biak di kasur, sofa, karpet, bahkan dalam rumah yang paling bersih sekalipun, ternyata berevolusi dari parasit yang mengalami evolusi berbalik dari organisme berhabitat-bebas jutaan tahun yang lalu.
“Semua analisis kami secara tegas menunjukkan bahwa tungau debu rumah telah meninggalkan gaya hidup parasit, untuk kedua kalinya menjadi mahkluk berhabitat-bebas, dan kemudian hidup pada beberapa habitat, termasuk tempat tinggal manusia,” menurut Pavel Klimov dan Barry OConnor dari Departemen Ekologi dan Biologi Evolusi di University of Michigan.
Tungau merupakan jenis arakhnida yang berkerabat dengan laba-laba (sama-sama memiliki delapan kaki) dan merupakan salah satu hewan yang paling beragam di dunia. Tungau debu rumah, anggota dalam keluarga Pyroglyphidae, adalah penyebab gejala alergi yang paling umum pada manusia, mempengaruhi 1,2 miliar orang di seluruh dunia.
Gambar hasil pencitraan mikroskop elektron, memperlihatkan seekor tungau rumah di Amerika. (Kredit: G. Bauchan dan R. Ochoa)
Meski berdampak besar terhadap kesehatan manusia, kekerabatan evolusi antara kedua mahkluk berukuran-titik ini masih kurang dipahami. Bahkan sudah ada 62 macam hipotesis yang memperdebatkan, apakah tungau debu berhabitat-bebas yang hidup di masa kini berasal dari nenek moyang berhabitat-bebas ataukah dari parasit – organisme yang hanya hidup dalam inang spesies lain dan merusak inangnya.
Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Systematic Biology ini mengevaluasi kembali kesemua hipotesis tersebut. Prosesnya melibatkan pengurutan DNA berskala besar, konstruksi rincian pohon evolusi yang disebut filogeni, serta analisis statistik yang rumit untuk menguji hipotesis tentang ekologi garis leluhur tungau debu rumah.
Pohon filogenetik yang sudah mereka hasilkan ini memperlihatkan bahwa tungau debu rumah muncul dalam garis luas keturunan tungau parasit, Psoroptidia. Tungau parasit ini mendiami tubuh burung dan mamalia dan tidak pernah meninggalkan inangnya. Analisis menunjukkan bahwa nenek moyang langsung dari parasit tungau debu rumah meliputi pula tungau kulit, tungau kudis psoroptic pada ternak serta tungau telinga anjing dan kucing.
“Hasil ini sungguh mengejutkan sehingga kami memutuskan untuk menghubungi rekan-rekan kami agar memperoleh umpan balik dari mereka sebelum mempublikasikan data ini,” tutur Klimov, asisten ilmuwan riset di Departemen Ekologi dan Biologi Evolusi, yang menjadi penulis pertama dalam makalah.
Hasil ini sangat mengejutkan terutama karena bertentangan dengan gagasan yang cukup mengakar, bahwa parasit yang sudah sangat terspesialisasi tidak dapat berbalik ke gaya hidup berhabitat-bebas dari nenek moyangnya.
Sekitar 700 spesies tungau berhasil dikumpulkan untuk penelitian ini. Sebagai bahan analisis genetik, lima gen inti diurutkan dari masing-masing spesies.
Bagaimana mungkin pergeseran ekologi dari parasit ke keadaan berhabitat-bebas bisa terjadi?
Ada sedikit keraguan bahwa tungau debu berhabitat-bebas awal sebelumnya menghuni sarang hewan – sarang burung dan mamalia merupakan habitat utama bagi semua spesies berhabitat-bebas modern dalam keluarga Pyroglyphidae. Klimov dan OConnor berpendapat bahwa kombinasi dari beberapa karakteristik nenek moyang parasit mereka berperan penting dalam memungkinkan mereka meninggalkan sifat parasitisme permanen; yakni toleransi pada kelembaban yang rendah, pengembangan enzim pencernaan yang kuat sehingga memungkinkan mereka tetap bisa mengkonsumsi bahan-bahan pada kulit dan keratinous (bagian yang mengandung protein keratin, seperti rambut dan kuku manusia), serta spesifisitas inang rendah dengan kemampuan berpindah-pindah ke berbagai inang yang tidak saling terkait.
Fitur-fitur ini, yang pada dasanya dimiliki hampir semua tungau parasit, tampaknya menjadi prekursor penting yang memampukan populasi tungau berkembang biak dalam berbagai sarang meskipun sarang memiliki kelembaban yang rendah serta sumber makanan berkualitas rendah. Sebagai contoh, enzim yang kuat memungkinkan tungau ini mengkonsumsi bahan-bahan yang sulit dicerna seperti bulu dan serpihan kulit yang terdiri dari keratin.
Dengan hadirnya peradaban manusia, spesies-spesies pyroglyphid penghuni sarang ini bisa bergeser ke tempat tinggal manusia dari sarang burung dan hewan pengerat yang hidup sekitar rumah manusia. Setelah tungau pindah rumah, enzim pencernaan ampuh dan molekul pemicu respon imun yang mereka bawa membuat mereka menjadi sumber utama alergi manusia.
Karya ilmiah ini didukung oleh National Science Foundation dan spesimen untuk penelitian sebagian dikumpulkan oleh Emerging Pathogens Project dari Field Museum, dengan pendanaan dari Davee Foundation dan Dr. Ralph and Marian Falk Medical Research Trust. Pengerjaan molekuler dilakukan di Genomic Diversity Laboratory Museum Zoologi, University of Michigan.

PENYAKIT SKABIES (KUDIS) PENYEBAB TUNGAU

Definisi
Skabies adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh investasi dan sensitisasi terhadap terhadap Sarcoptes scabei var. hominis dan produknya.
Etiologi                                                        
            Sarcoptes scabiei var hominis berkembangbiak hanya pada kulit manusia. Sarcoptes scabieimerupakan Arthropoda yang masuk ke dalam kelas Arachnida, sub kelas Acari (Acarina), ordoAstigmata dan famili SarcoptidaeSarcoptes scabiei merupakan tungau putih, kecil, transparan, berbentuk bulat agak lonjong, punggungnya cembung dan bagian perutnya rata. Tungau betina besarnya 2 kali daripada yang jantan. Adapun jenis Sarcoptes scabei var. animalis yang kadang-kadang bisa menulari manusia terutama bagi yang memelihara hewan peliharaan seperti anjing
 Cara Penularan
            Penularan skabies pada manusia dapat melalui kontak langsung dengan penderita (kulit dengan kulit), misalnya berjabat tangan, tidur bersama dan hubungan seksual. Penularan skabies pada manusia juga dapat secara tidak langsung melalui pakaian, handuk, sprai dan barang-barang lainnya yang pernah digunakan oleh penderita. Jumlah rata-rata tungau pada awal infestasi adalah sekitar lima sampai sepuluh ekor. Tungau S. scabiei hidup dari sampel debu penderita, lantai, furniture dan tempat tidur.
Klasifikasi
Skabies dapat dibagi dalam 3 kategori, yaitu sebagai berikut:
1.      Typical scabies (sedikit tungau, allergic component prominent)
2.      Transient scabies (allergic component prominent, tungau menghilang dengan cepat)
3.      Crusted scabies (jumlah tungau yang sangat banyak).
Patogenesis
            Setelah terjadi perkawinan (kopulasi) biasanya tungau jantan akan mati, namun kadang-kadang masih dapat hidup beberapa hari dalam terowongan yang digali oleh betina. Setelah tungau betina dibuahi, tungau ini akan membentuk terowongan pada kulit sampai perbatasan stratum korneum dan stratum granulosum dengan panjangnya 2-3 mm perhari serta bertelur sepanjang terowongan sampai sebanyak 2 atau 4 butir sampai sehari mencapai 40-50 butir. Telur-telur ini akan menetas dalam waktu 3-5 hari dan menjadi larva yang mempunyai 3 pasang kaki. Larva tersebut sebagian ada yang tetap tinggal dalam terowongan dan ada yang keluar dari permukaan kulit, kemudian setelah 2-3 hari masuk ke stadium nimfa yang mempunyai 2 bentuk, jantan dan betina dengan 4 pasang kaki. Waktu yang diperlukan mulai dari telur menetas sampai menjadi dewasa sekitar 8-12 hari.
            Siklus hidup tungau paling cepat terjadi selama 30 hari dan selama itu juga tungau-tungau tersebut berada dalam epidermis manusia. Tungau yang berpindah ke lapisan kulit teratas memproduksi substansi proteolitik (sekresi saliva) yang berperan dalam pembuatan terowongan dimana saat itu juga terjadi aktivitas makan dan pelekatan telur pada terowongan tersebut. Tungau-tungau ini memakan jaringan-jaringan yang hancur, namun tidak mencerna darah.  Feses (Scybala) tungau akan ditinggalkan di sepanjang perjalanan tungau menuju ke epidermis dan membentuk lesi linier sepanjang terowongan.
Kelainan kulit dapat disebabkan tidak hanya oleh tungau scabies, tetapi juga oleh penderita sendiri akibat garukan. Gatal yang terjadi  disebabkan oleh sensitisasi terhadap sekreta dan ekskreta tungau yang memerlukan waktu kira-kira sebulan setelah infestasi. Sensitisasi terjadi pada penderita yang terkena infeksi scabies pertama kali. Pada saat itu kelainan kulit menyerupai dermatitis dengan ditemukannya papul, vesikel, urtika dan lain-lain. Dengan garukan dapat timbul erosi, ekskoriasi, krusta dan infeksi sekunder.
            Apabila terjadi immunocompromised pada host, respon imun yang lemah akan gagal dalam mengontrol penyakit dan megakibatkan invasi tungau yang lebih banyak bahkan dapat menyebabkancrusted scabies. Jumlah tungau pada pasien crusted scabies bisa melebihi 1 juta tungau.
Manfestasi Klinis
            Ketika seseorang terinfestasi oleh scabies untuk yang pertama kalinya, gejala biasanya tidak Nampak hingga mencapai 2 bulan kemudian (2-6 minggu) setelah terinfestasi. Namun bagaimanapun, seseorang yang terinfestasi masih bisa menyebarkan scabies ini kepada orang lain. Jika seseorang telah pernah menderita scabies sebelumnya, gejala akan muncul dengan segera (1-4 hari) setelah terekspos. Seseorang yang terinfestasi scabies juga dapat menularkan penyakitnya, walaupun mereka tidak memiliki gejala lagi. Hal ini berlaku sampai scabies pada penderita tersebut diberantas beserta tungau dan telur-telurnya.
                 Diagnosis skabies dapat ditegakkan dengan menemukan 2 dari 4 tanda cardinal sebagai berikut:
1.      pruritus nokturna, artinya gatal pada malam hari yang disebabkan karena aktivitas tungau lebih tinggi  pada suhu yang lebih lembab. Gejala ini adalah yang sangat menonjol.
2.      Penyakit ini menyerang manusia secara kelompok, misalnya dalam sebuah keluarga biasanya seluruh anggota keluarga terkena infeksi. Begitu juga dalam sebuah perkampungan yang padat penduduknya, sebagian besar tetangga yang berdekatan akan diserang oleh tungau tersebut. Dikenal keadaan hiposensitisasi, yang seluruh anggota keluarganya terkena. Walaupun mengalami infestasi tungau, tetapi tidak memberikan gejala. Penderita ini bersifat sebagai pembawa (carrier).
3.      Adanya terowongan (kanalikulus) pada tempat-tempat predileksi yang berwarna putih atau keabu-abuan, berbentuk garis lurus atau berkelok, rata-rata panjang 1 cm, pada ujung terowongan itu ditemukan papul atau vesikel. Jika timbul infeksi sekunder, ruam kulitnya menjadi polimorf (pustule, ekskoriasi dan lain-lain). Umumnya tempat predileksi tungau adalah lapisan kulit yang tipis, seperti di sela-sela jari tangan, pergelangan tangan, siku bagian luar, lipatan ketiak depan, pinggang, punggung, pusar, dada termasuk daerah sekitar alat kelamin pada pria dan daerah periareolar pada wanita . Telapak tangan, telapak kaki, wajah, leher dan kulit kepala adalah daerah yang sering terserang tungau pada bayi dan anak-anak.
4.      Menemukan tungau, merupakan hal yang paling diagnostik.
Pemeriksaan Penunjang
            Untuk menemukan tungau dapat dilakukan dengan beberapa cara:
1.       Kerokan kulit dapat dilakukan di daerah sekitar papula yang lama maupun yang baru. Hasil kerokan diletakkan di atas kaca objek dan ditetesi dengan KOH 10% kemudian ditutup dengan kaca penutup dan diperiksa di bawah mikroskop. Diagnosis scabies positif jika ditemukan tungau, nimpa, larva, telur atau kotoran S. scabiei.
2.      Dengan cara menyikat dengan sikat dan ditampung pada kertas putih kemudian dilihat dengan kaca pembesar.
3.      Dengan membuat biopsy irisan, yaitu lesi dijepit dengan 2 jari kemudian dibuat irisan tipis dengan pisau kemudian diperiksa dengan mikroskop cahaya.
4.      Dengan biopsy eksisional dan diperiksa dengan pewarnaan Hematoxylin Eosin.
            Tes tinta pada terowongan di dalam kulit dilakukan dengan cara menggosok papula menggunakan ujung pena yang berisi tinta. Papula yang telah tertutup dengan tinta didiamkan selama dua puluh sampai tiga puluh menit, kemudian tinta diusap/ dihapus dengan kapas yang dibasahi alkohol. Tes dinyatakan positif bila tinta masuk ke dalam terowongan dan membentuk gambaran khas berupa garis zig-zag.
            Strategi lain untuk melakukan diagnosis scabies adalah videodermatoskopi, biopsi kulit dan mikroskopi epiluminesken. Videodermatoskopi dilakukan menggunakan sistem mikroskop video dengan pembesaran seribu kali dan memerlukan waktu sekitar lima menit. Umumnya metode ini masih dikonfirmasi dengan basil kerokan kulit. Pengujian menggunakan mikroskop epiluminesken dilakukan pada tingkat papilari dermis superfisial dan memerlukan waktu sekitar lima menit serta mempunyai angka positif palsu yang rendah. Kendati demikian, metode-metode diagnosis tersebut kurang diminati karena memerlukan peralatan yang mahal.
  Diagnosis Banding
            Penyakit skabies juga ada yang menyebutnya sebagai the great imitator karena dapat mencakup hampir semua dermatosis pruritik berbagai penyakit kulit dengan keluhan gatal. Adapun diagnosis banding yang biasanya mendekati adalah prurigo, pedikulosis corporis, dermatitis dan lain-lain.
Penatalaksanaan
            Pilihan obat scabisida harus memperhitungkan efektivitas dan toksisitas.  Penatalaksanaan juga harus melibatkan orang-orang yang berhubungan dekat atau pasangan seksual. Adapun syarat obat yang ideal adalah yang efektif terhadap semua tungau, tidak menimbulkan iritasi, tidak bersifat toksik, tidak berbau, tidak kotor, tidak merusak atau mewarnai pakaian, mudah diperoleh dan harganya pun relatif murah.2,3
            Pengobatan standar skabies pada manusia yang sering diberikan adalah bensil bensoat, crotamiton, lindan, permetrin, dan ivermectin . Wendel dan Rampalo (2002) melakukan tinjauan tingkat kesembuhan penderita skabies dengan berbagai macam obat seperti yang ditunjukkan pada table berikut.
            Kombinasi antara bensil bensoat memberikan tingkat kesembuhan mencapai 100%. Bensil bensoat 25% dikenal juga dengan nama “Balsem Peru” dan telah digunakan sekitar 65 tahun yang lalu. Obat ini diaplikasikan dengan cara dioles pada kulit yang terserang skabies dan dibiarkan hingga 24 jam. Efek samping bensil bensoat yang dilaporkan adalah timbulnya diare dan iritasi kulit pada menit pertama pasca pengolesan. Bensil bensoat dianjurkan untuk diencerkan apabila digunakan oleh penderita skabies pada anak dan dewasa yang kulitnya sensitif.
            Crotamiton 10% (Eurax) adalah obat scabies yang cukup aman bagi anak dengan efek samping yang minimal. Obat ini mempunyai dua efek yaitu sebagai antiskabies dan antupruritik. Obat ini harus dijauhkan dari mata, mulut dan uretra.
            Gamma benzene hexachloride 1% adalah insektisida organofosfat untuk pengobatan skabies dengan tingkat kesembuhan mencapai 96 – 98%. Obat ini mempengaruhi sistem saraf dan terbukti berbahaya bagi janin dan anak bahkan dapat menyebabkan terjadinya idiosyncratic aplastic anemia. Oleh karena itu, lindan tidak dianjurkan untuk digunakan ibu hamil, ibu menyusui, anak di bawah umur dua tahun dan penderita dengan dermatitis yang luas termasuk penderita dengan gangguan syaraf. Lindan tidak dianjurkan setelah mandi dengan air hangat karena kulit masih mengalami vasodilatasi sehingga penyerapan berjalan cepat dan sangat membahayakan. Resistensi S. scabiei secara in vitro dan in vivo terhadap lindan telah dilaporkan oleh Hernandez (1983) dan Chosidow (2000). Lindan dilarang beredar di beberapa negara termasuk Australia karena efek samping yang membahayakan bagi pengguna.
            Adanya efek samping terhadap lindan, pengobatan diarahkan pada penggunaan permetrin 5% (Lyclear). Obat ini terbilang lebih mahal dari obat skabies di atas dan banyak digunakan di Australia, United Kingdom dan Amerika selama lebih dari dua puluh tahun. Dosis tunggal yang digunakan mempunyai efek yang mirip dengan lindan, yaitu memberikan kesembuhan sekitar 97,8%. Efek permetrin dilaporkan lebih balk daripada crotamiton dan sebaiknya dibiarkan selama delapan sampai sepuluh jam berada di kulit, kemudian dapat dicuci. Pengobatan dapat diulang dalam waktu satu minggu. Obat ini dilaporkan lebih aman khususnya bagi anak-anak, tidak menyebabkan reaksi silang dengan kulit, tetapi dapat menyebabkan diare dan kejang-kejang.
                Ivermectin adalah antibiotik lakton makrosiklik dari kelompok avermectin yang diisolasi dari bakteri Streptomyces avermectalis. Obat ini menunjukkan spektrum yang luas untuk parasit baik arthropoda maupun nematoda dan telah banyak digunakan untuk pengobatan skabies pada hewan serta manusia. Dosis tunggal ivermectin 200 tg/kg mampu menyembuhkan skabies pada penderita HIV dan skabies krustasi. Selain khasiatnya sebagai anti skabies, ivermectin juga dilaporkan efektif untuk mengurangi kejadian infeksi sekunder karena bakteri Streptococcus pyoderma yang menyertai skabies. Efek samping yang ditimbulkan setelah pengobatan adalah sakit perut dan muntah serta hipotensi (tekanan darah menurun). Ruam-ruam merah akan meningkat pada tiga hari pertama pascapengobatan juga sering dialami penderita scabies. Ivermectin tidak dianjurkan untuk ibu hamil dan anak dengan bobot badan kurang dari lima belas kilogram.
            Obat alternatif lainnya adalah presipitasi sulfur 6% di dalam petrolatum . Obat ini dilaporkan aman bagi ibu hamil, ibu menyusui dan anak yang berumur kurang dari dua tahun . Penggunaan sulfur 6% setiap malam selama tiga kali berturut-turut dan membilasnya setelah 24 jam, memberikan hasil yang memuaskan. Namun demikan, obat ini kurang diminati karena meninggalkan noda dan kotor serta bau yang menyengat.
Pencegahan
            Diagnosis dini dan penatalaksanaan dengan scabisida yang efektif untuk penderita dan kontak seksual/ rumah tangga merupakan kunci pencegahan. Pencegahan skabies pada manusia dapat dilakukan dengan cara menghindari kontak langsung dengan penderita dan mencegah penggunaan barang-barang penderita secara bersama-sama. Pakaian, handuk dan barang-barang lainnya yang pernah digunakan oleh penderita harus diisolasi dan dicuci dengan air panas . Pakaian dan barang-barang asal kain dianjurkan untuk disetrika sebelum digunakan . Sprai penderita harus sering diganti dengan yang baru maksimal tiga hari sekali . Benda-benda yang tidak dapat dicuci dengan air (bantal, guling, selimut) disarankan dimasukkan ke dalam kantung plastik selama tujuh hari, selanjutnya dicuci kering atau dijemur di bawah sinar matahari sambil dibolak batik minimal dua puluh menit sekali.
            Kebersihan tubuh dan lingkungan termasuk sanitasi serta pola hidup yang sehat akan mempercepat kesembuhan dan memutus siklus hidup S. scabiei. Umumnya, penderita masih merasakan gatal selama dua minggu pascapengobatan. Kondisi ini diduga karena masih adanya reaksi hipersensitivitas yang berjalan relatif lambat. Apabila lebih dari dua minggu masih menunjukkan gejala yang sama, maka dianjurkan untuk kembali berobat karena kemungkinan telah terjadi resistensi atau berkurangnya khasiat obat tersebut. Kegagalan pengobatan pada skabies krustasi secara topikal diduga karena obat tidak mampu berpenetrasi ke dalam kulit akibat tebalnya kerak.
  Prognosis
            Keberhasilan pengobatan skabies dan pemberantasan penyakit tersebut tergantung pada pemilihan efektif, pemakaian obat yang benar, serta menghilangkan faktor predisposisi.

Minggu, 17 Maret 2013

Cara Hidup Sehat ala Rasulullah

Rasulullah SAW adalah insan mulia dengan riwayat sakit paling jarang. Beliau senantiasa dalam keadaan sehat sekalipun melaksanakan tugas dakwah kerasulan yang teramat berat dan menguras pikiran serta tenaga.

Apa rahasia dibalik kesehatan beliau?
Berikut ini adalah beberapa cara hidup sehat yang selalu beliau amalkan:

1. Selalu bangun sebelum subuh
Rasulullah mengajak umatnya bangun sebelum subuh untuk melaksanakan shalat sunnah dan shalat subuh berjamaah. Hikmahnya adalah mendapat limpahan pahala, kesegaran udara subuh yang baik terutama untuk menyehatkan paru-paru serta menyegarkan pikiran. Asupan oksigen yang masih bebas polusi bisa menyehatkan otak.

2. Aktif menjaga kebersihan
Rasulullah SAW senantiasa tampak bersih dan rapi. Setiap kamis atau jumat, beliau mencukur rambut halus di pipi, memotong kuku, bersiwak, serta memakai minyak wangi.

3. Tidak pernah makan berlebihan
Rasulullah mengajarkan untuk mengisi perut kita dengan 3 hal secara seimbang: sepertiga diisi dengan makanan, sepertiganya dengan air, dan sepertiga sisanya untuk bernapas (diisi dengan udara).
Sabda Rasulullah:”Kami adalah satu kaum yang tidak makan sebelum lapar dan apabila kami makan, tidak terlalu banyak(tidak sampai kekenyangan)”.

4. Gemar berjalan kaki
Rasulullah berjalan kaki ketika ke masjid, pasar, ke medan jihad, ataupun sekedar mengunjungi rumah sahabat. Dengan berjalan kaki peredaran darah akan berjalan lancar. Ini penting untuk mencegah penyakit jantung.

5. Tidak pemarah
Nasihat Rasulullah:”Jangan marah”, diulangi tiga kali. Ini menunjukkan hakikat kekuatan seseorang bukanlah terletak pada jasad, tetapi pada kebersihan jiwa.
Bila kita marah, cara paling mudah adalah mengubah posisi ketika marah. Jika sedang berdiri, maka duduklah. Jika sedang duduk, maka berbaringlah. Kemudian membaca ta’awudz serta mengambil air wudhu. Karena marah itu asalnya dari setan, dan setan terbuat dari api, maka padamkan dengan air wudhu.

6. Optimis dan tidak berputus asa
Sikap optimis memberikan kekuatan tersendiri bagi kelapangan jiwa, selain itu perlu juga memperbanyak sabar, istiqamah, serta tawakal kepada Allah SWT.

7. Tidak pernah iri hati
Kita perlu menjauhi sifat iri hati karena penting untuk menjaga kebersihan hati dan kesehatan jiwa. Kita harus selalu berdo’a: “Ya Allah, bersihkanlah hatiku dari sifat-sifat mazmumah (mendatangkan keburukan pada diri) dan hiasilah diriku dengan sifat-sifat mahmudah (mendatangkan kebaikan pada diri)”.

8. Pemaaf
Pemaaf adalah sifat terpuji yang bisa mendatangkan ketenteraman hati dan jiwa. Memaafkan orang lain akan membebaskan diri kita dari belenggu kemarahan. Ketika kita marah, marah itu akan melekat pada hati. Karenanya, mari menjadilan diri kita seorang yang pemaaf, karena dengan memaafkan akan membuat jiwa menjadi lapang dan badan akan selalu sehat.
Bahagia sebenarnya bukan mendapat, tetapi dengan memberi. Sebenarnya, banyak lagi cara hidup sehat Rasulullah SAW, namun setidaknya 8 cara hidup sehat ala Rasulullah tersebut cukup membantu kita menjalani hidup sehat.

 Semoga bermanfaat
Terimakasih

Tungau

Tungau adalah sekelompok hewan kecil bertungkai delapan yang, bersama-sama dengan caplak, menjadi anggota superordo Acarina. Tungau bukanlah kutu dalam pengertian ilmu hewan walaupun sama-sama berukuran kecil (sehingga beberapa orang menganggap keduanya sama). Apabila kutu sejati merupakan anggota Insecta (serangga), tungau lebih berdekatan dengan laba-laba dilihat dari kekerabatannya.
Hewan ini merupakan salah satu avertebrata yang paling beraneka ragam dan sukses beradaptasi dengan berbagai keadaan lingkungan. Ukurannya kebanyakan sangat kecil sehingga kurang menarik perhatian hewan pemangsa besar dan mengakibatkan ia mudah menyebar.
Banyak di antara anggotanya yang hidup bebas di air atau daratan, namun ada anggotanya yang menjadi parasit pada hewan lain (mamalia maupun serangga) atau tumbuhan, bahkan ada yang memakan kapang. Beberapa tungau diketahui menjadi penyebar penyakit (vektor) dan pemicu alergi. Walaupun demikian, ada pula tungau yang hidup menumpang pada hewan lain namun saling menguntungkan. Di bidang pertanian, tungau menimbulkan banyak kerusakan pada kualitas buah jeruk (umpamanya tungau karat buah Phyllocoptura oleivera Ashmed dan tungau merah Panonychus citri McGregor)[1], merusak daun ketela pohon dan juga daun beberapa tumbuhan Solanaceae (cabai dan tomat). Tungau juga menyebabkan penyakit skabies, penyakit pada kulit yang mudah menular.
Ada lebih dari 45 ribu jenis tungau yang telah dipertelakan[2]. Para ilmuwan berpendapat, itu baru sekitar 5% dari kenyataan total jenis yang ada. Hewan ini dipercaya telah ada sejak sekitar 400 juta tahun. Ilmu yang mempelajari perikehidupan tungau dan caplak dikenal sebagai akarologi.
Taksonomi tungau masih belum stabil karena banyaknya perubahan. Namun dapat dikatakan bahwa tungau mencakup semua anggota Acariformes, semua Parasitiformes kecuali Ixodida (caplak), dan beberapa familia dan genera yang belum pasti penempatannya.

Kamis, 07 Maret 2013

Bagaimana Mengeluarkan Debu Tungau dari Bantal


CARA MENGHILANGKAN TUNGAU DI KASUR

Sample Text